Product Costing Accounting

Posted In: , . By syarwani

Product costing is used to calculate the cost of goods sold and manufactured for each unit of goods manufactured.
It is used to keep the track of cost at each and every point of production.

Costing sheet , cost component, Activity types and cost elements are used for product costing.

Costing sheet is used for the overheads purposes.
Cost Component is used for the breaking of expenses into various cost elements for more transparency of the cost structure.
Activity types are defined as per cost center.

The cost component split will give the transparency on the cost incurred on different levels such as machinery set up cost, labor costetc.

BOM is used to know the quantity of the material used for the production. Routing is used to define the sequence of steps required to perform certain operations. For Eg How many labor hours will be required for a finished product etc.

The entries which flow for product costing are as follows:

For Material issue

Raw Material Inventory(Credit)
To Raw Material Consumption (Debit)

Activities Performed

Respective cost center (Credit)
To Set Up cost (Debit)
Machining Cost (Debit)

Good Receipt

Cost of Production (Credit)
To Inventory of Finished Goods (Debit)

Please note that this entry will come from MM module and at Standard Price.

Settlement Of Production Order

Cost of Production( Variance)
To Price Difference Account

Post goods Issued

Inventory of Finished Goods (Credit)
To Cost of goods Sold (Debit)



 

Create Sales Order

Posted In: , . By syarwani

Create Sales Order tahapan pertama pada proses sales and distribution (mini case study) adalah create sales order. Dalam SAP-ERP sistem, order type dikasifikasikan menjadi berbagai macam order type, pada kesempatan ini kita menggunakan order type standard order. Material T-F125 (pump precision) termasuk dalam sales organization 1000 (germany Frankfurt) dan distribution channel menggunakan final customer sales.

Berdasarkan informasi yang di dapat dari customer, tahapan selanjutnya adalah melakukan identifikasi pembuatan sales order. Rohrer09 merupakan customer dari produk ini dimana data untuk identifikasi customer rohrer09 sudah terdapat dalam database perusahaan. Standard order yaitu 5000009 yang akan digunakan pada tahapan selanjutnya untuk proses delivery order dan PO Number adalah PUMP-09. permintaan dari customer adalah material T-F125 (pump precision) sebanyak 200 PC.



 

Busines Process Order to Cash

Posted In: , . By syarwani

Bussiness Scenario : Robert adalah seorang sales executive di salah satu perusahaan multinasional dengan salah satu produk utamanya adalah Pump Precision. Pada kesempatan ini perusahaan mendapatkan order dari customer yang memesan 200 PC pump precision. perusahaannya telah mengimplementasikan SAP-ERP system dalam menjalankan proses bisnisnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, berikut merupakan flow chart proses yang dilakukan dalam SAP-ERP system.


Gambar 1 : Flow Chat Proses Sales and Distribution (Mini Case Study)
Proses pertama diawali dengan create sales order dimana hal ini dilakukan oleh bagian sales administrator, sales administrator membuat sales order yang mencakup semua informasi yang diberikan oleh customer. setelah itu, berdasarkan sales order yang telah dibuat oleh sales administrator, warehouse administrator membuat delivery order untuk melakukan persiapan material ( pump precision) yang dipesan. Selain itu, warehouse administrator juga melakukan persiapan untuk packaging and labeling setelah transfer order document dibuat dan setelah material (pump precision ) siap dikirim ke customer, warehouse administrator melakukan post goods issue atas barang yang siap dikirim tersebut. Selama proses pengiriman, finance administrator akan membuat Invoice untuk customer tersebut. Dalam SAP-ERP sistem, proses ini dilakukan secara terintegrasi dalam satu sistem yang saling berhubungan antar bagian dalam suatu perusahaan.

 

Table exchange rate di SAP system

Posted In: , . By syarwani

Terima kasih atas tanggapannya, tetapi yang dimaksud adalah :
Pada 1 client level mempunyai salah satu company group asia tentunya mempunyai COA US GAAP yang mempunyai 2 company code yang menggunakan local currency USD (biasanya Standard SAP menyarankan local currency adalah National currency), tetapi karena alasan pengaruh fluktuasi mata uang dan dominasi transaksi dalam suatu mata uang (biasa perusahaan multinasional), maka ada 2 company codes yang menggunakan local currency USD, hal ini tentu berpengaruh pada maintain exchange rate tables yang standard SAP adalah Type M untuk local currency USD dan seperti kita ketahui setiap Negara mempunyai regulasi tersendiri untuk akuntansinya seperti Indonesia adalah PSAK nomor 10 “transaksi dalam mata uang asing dibukukan dengan menggunakan kurs pada saat terjadinya transaksi” atau “Apabila terdapat kesulitan dalam menentukan kurs tanggal neraca dapat digunakan kurs tengah Bank Indonesia sebagai indicator yang objektif”.
Demikian juga di Negara lain seperti Singapore dalam SAS 30 (Singapore Statement of Accounting Standards) dan FRS 21 2006 (Financial Reporting Standard) mengajukan pada kurs actual pada saat terjadinya transaksi atau menggunakan barometer dari MAS (Monetary Authority of Singapore) DAN JIKA KEDUA COMPANY TERSEBUT MENGGUNAKAN LOCAL CURRENCY USD “ sedangkan Standard SAP system untuk local company USD exchange rate type M ini harus menampung 2 exchange rates yang beda dari Bank Indonesia dan Central Bank of Singapore (MAS).
Exchange rate tables ini untuk membantu control by system untuk semua transaksi tidak di posting langsung dari FI seperti SD, PP, MM module dan lainnya yang bisa menghasilkan ribuan posting oleh system perhari.

====

Numpang tanya.. ada yang bisa berbagi pengalaman mengenai table
exchange rate di SAP system dalam 1 client level yang mempunyai 2
company code yang menggunakan local currency USD yang sama, bagaimana
maintain table exchange rate di client level tersebut, sebab exchange
rate type nya "M" untuk currency USD sedang 2 company code itu kan
beda negara yang mempunyai authority pengambilan exchange rate dari
bank sentral masing2 negara tersebut.

Terima kasih
ST

 

Modul ini digunakan untuk mengelola transaksi bisnis antara perusahaan dengan mitra bisnisnya. Transaksi pada AR/AP terintegrasi dengan data pada General Ledger dan area pada bagian pembelian serta penjualan dan distribusi dan majemen material sebagai tempat asal data keuangan.transaksi AR/AP secara otomatis akan dijalankan setiap kali terjadi proses transaksi akuntansi yang berhubungan dengan AR/AP pada modul – modul lain. Modul ini menggunakan aturan bisnis standar untuk berbagai prosedur mulai dari entry data sampai pada pelaporan, pembayaran dan transaksi bank. Fungsi yang terdapat pada AR/AP meliputi integrasi internet,manajemen dokumen ,dukungan penuh atas pengolahan EDI (Electronic Data Interchange) yang meliputi integrasi secara otomatis dengan management kas dan pelaporan yang fleksible sesuai dengan sistem informasi yang dimiliki oleh konsumen atau mitra kerja perusahaan. Modul ini juga menyediakan manajemen kredit sekala perusahaan dengan integrasi aliran kerja, otomasi pembayaran dan pemeriksaan proses, dan penempatan dokumen sementara (dokumen parking ) dengan berbagai prosedur persetujuan.